Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. Sahabat donor, ada kabar mengkhawatirkan dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta Barat, yakni menipisnya stok darah Golongan A.
Ketua PMI Jakarta Barat Beky Mardani menyadari selama bulan Ramadan, pendonor biasanya berkurang. Terutama karena banyak yang waswas menyumbangkan darahnya saat sedang berpuasa. Meskipun sudah ada imbauan fatwa MUI bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, namun rasa waswas atas dampak mendonorkan darah masih ada. "Hal itu berpengaruh pada stok darah di PMI," jelas Beky Mardani kepada Tim Infokom PMI Jakarta Barat, Rabu (12/4/2023).
Kekhawatiran Beky terbukti, di pertengahan Ramadan ini, stok darah Golongan A mulai menipis. "Ya, betul, stoknya mulai menipis. Kami khawatir jika terus begini, PMI tidak dapat melayani masyarakat yang benar-benar membutuhkan," papar dr. Riani, Kepala UDD PMI Jakarta Barat, saat dikonfirmasi. Dokter Riani mengimbau sahabat donor, perorangan maupun komunitas, khususnya yang bergolongan darah A, dapat membantu PMI agar stok darah kembali stabil.
Situasinya memang mengkhawatirkan, karena kebutuhan darah masyarakat selama Ramadan tidak berkurang. Apalagi tak lama lagi musim mudik Lebaran tiba. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, PMI harus mengantisipasi kebutuhan darah yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas dan sejenisnya, selama arus mudik dan arus balik.
Baik Beky maupun dr. Riani berharap permasalahan menipisnya stok Golongan Darah A ini dapat segera teratasi. "Bantuan sahabat donor sangat diharapkan. Ini juga panggilan buat semua warga yang peduli kemanusiaan. Ayo, apalagi masih dalam suasana Ramadan," tutup Beky dan dr. Riani. (icul)

