JAKARTA BARAT — Mengantisipasi dampak sebaran debu dan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Krakatau, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Barat bergerak cepat menggelar aksi kemanusiaan di sejumlah titik krusial. Dalam aksi mitigasi yang berlangsung dua hari berturut-turut ini, ribuan masker dibagikan secara gratis dan penyemprotan jalan dilakukan guna menekan debu yang membahayakan pernapasan warga.
.jpg)
Aksi tanggap darurat dimulai pada Senin (7/9/2026) di sepanjang Jalan Pangeran Tubagus Angke. PMI Jakarta Barat menerjunkan personil untuk membagikan 1000 pcs masker kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Tak hanya itu, armada PMI juga mengerahkan unit penyemprotan air di jalanan guna membasahi permukaan aspal agar debu kendaraan dan abu vulkanik tidak beterbangan. Kegiatan hari pertama ini turut didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Tambora, Mediawati.
Aksi berlanjut pada Selasa (8/9/2026) dengan menyasar area padat lalu lintas dan pusat keramaian lainnya, seperti Jalan Prof. Dr. Latumenten, kawasan Jembatan Besi (depan Season City), hingga area cagar budaya Kota Tua. Pada hari kedua ini, sebanyak 1.750 pcs masker sukses disalurkan kepada warga.
Sinergi lintas sektor terlihat kuat di lapangan. Di Jembatan Besi, Lurah Achmad Subhan hadir memantau pembagian. Sementara di Kota Tua, jajaran pimpinan wilayah seperti Camat Tamansari Simson Hutagalung, Wakil Camat Novi Indria Sari, serta Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jakbar Sukron Makmun, turun langsung memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
.jpg)
Hingga hari kedua pelaksanaan, tercatat sebanyak 2.750 pcs masker telah sampai di tangan masyarakat. Pihak PMI Kota Jakarta Barat mengimbau masyarakat—khususnya pengendara roda dua dan pejalan kaki—untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Warga disarankan memakai masker, menggunakan pakaian berlengan panjang, serta membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. (Godex)

