Profil Beky Mardani, Ketua PMI Jakarta Barat Yang Dilantik Hari Ini

Profil Beky Mardani, Ketua PMI Jakarta Barat Yang Dilantik Hari Ini

Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. Di kalangan warga Betawi, nama Beky Mardani, biasa dipanggil Bang Beky tak asing lagi. Konsistensinya dalam mengawal pelestarian budaya Betawi tak diragukan lagi.

Sejak zaman mahasiswa, Beky sudah menjadi aktivis. Dimulai dengan memimpin Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) Komisariat Universitas Indonesia, kemudian melangkah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat KMB di tahun 1992. Sempat bekerja di Laboratorium Sosiologi FISIP UI, lantas berkarir sebagai jurnalis televisi di SCTV. Berawal di posisi reporter di tahun 1995, karirnya di SCTV terus menanjak hingga dipercaya menjadi Koordinator Liputan Daerah di program berita Liputan6 pada 2017.

Di tengah kesibukan sebagai jurnalis televisi, nyaris tak ada kegiatan kebetawian yang luput dari perhatian, pengamatan, dan sumbangsih pemikiran Beky. Tak heran jika kemudian dia dipercaya menjadi (salah seorang) Ketua Bamus Betawi di era awal 2000-an, disusul Anggota Forum Kajian Badan Pengelola Perkampungan Betawi Setu Babakan, dan belakangan didaulat sebagai Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). LKB adalah lembaga mitra Pemprov DKI dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi, saat ini beranggotakan ratusan sanggar.

Namun bapak dua anak yang lahir di Meruya, Jakarta Barat, pada 3 Juli 1965 ini sesungguhnya tidak hanya concern pada persoalan orang Betawi. Sebagai penduduk asli Jakarta, Beky punya perhatian besar pada pembangunan Jakarta di berbagai bidang: ekonomi, sosial, hingga sumber daya manusia. Kecintaannya pada Betawi membuat Beky menginginkan yang terbaik bagi Jakarta, kota yang kaya dengan sejarah perjuangan bangsa.

Jebolan Jurusan Administrasi Niaga FISIP Universitas Indonesia ini kemudian dipercaya Pemprov DKI Jakarta untuk menjadi Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, BUMD yang bergerak di bidang perpasaran. Di Perumda Pasar Jaya, Beky mencurahkan beragam pemikiran agar BUMD yang punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan itu tak hanya mengejar profit semata, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kini, dia dipercaya memimpin organisasi kemanusiaan paling besar pengaruhnya di Indonesia, Palang Merah Indonesia. “Ini tanggung jawab besar bagi saya, karena PMI adalah organisasi kemanusiaan luar biasa, bahkan eksistensinya sudah mendunia,” tegasnya. Dia yakin, PMI bakal dapat lebih besar lagi jika terus berpegang pada prinsip-prinsip kepalangmerahan yang menjadi dasar gerakannya.

“PMI adalah organisasi kemanusian, karena itu saya mengajak semua pengurus bekerja dan berkolaborasi untuk kemajuan PMI, sehingga membawa kemaslahatan buat banyak orang dan menjadi amal baik kita semua,” tutup Beky, yang juga pernah menjadi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. (icul)