Ketua PMI DKI: Daya Tarik PMI Kini Luar Biasa

Ketua PMI DKI: Daya Tarik PMI Kini Luar Biasa

Kembangan, Jakarta Barat. Daya tarik Palang Merah Indonesia (PMI) saat ini luar biasa, sebut Ketua PMI DKI Jakarta, Drs. H. Rustam Effendi. Padahal, dulu PMI hanya dilirik kaum pensiunan.

Hal itu diungkapkan Rustam Effendi di sela-sela acara pelantikan PMI Jakarta Barat, di aula Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Rabu (23/2/2022). “Saya senang dengan PMI sekarang ini. Daya tariknya luar biasa, padahal dulu PMI kerap dipandang sebelah mata. Dulu kepengurusan PMI lebih sering diisi orang-orang yang ingin meluangkan waktu di masa pensiun,” jelas Rustam sembari mengumbar senyum.

Ilustrasi betapa besarnya magnet PMI kini, digambarkan oleh Rustam, salah satunya berdasarkan keinginan memimpin organisasi PMI. Posisi Ketua PMI Jakarta Utara misalnya, belum lama ini diperebutkan oleh 14 orang calon ketua. Sementara yang memiliki hak suara dalam pemilihan hanya 9 orang. “Jadi lebih banyak yang memilih daripada yang dipilih,” tandas mantan Wali Kota Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini terkekeh.

Rustam berharap hal itu menjadi pertanda baik bagi PMI. Dia juga berharap kerjanya di PMI DKI Jakarta nantinya menjadi lebih ringan, karena PMI Kota semuanya bekerja dengan maksimal. Lalu, sembari manatap jajaran Pengurus PMI Jakarta Barat yang baru dilantik, Rustam menggoda: “Saya lihat semuanya di sini bersemangat. Wajahnya fresh, segar semua.”

Lebih jauh, jebolan Universitas 17 Agustus 1945 ini menyebut, masuk ke dalam jajaran pengurus PMI sesungguhnya jauh dari bersenang-senang, karena kesehariannya harus membantu orang-orang yang sedang kesusahan. “Tapi nanti Bapak-Ibu akan merasakan sendiri, ketika kita dapat membantu dan menyelamatkan orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. Rasa terima kasih mereka membuat kita sangat bahagia.”

Rustam lalu mengurai satu per satu tugas yang menjadi prioritas PMI. Menurut undang-undang, tugas pertama dan utama PMI adalah membantu rakyat yang menjadi korban konflik dan perang. Kedua, menyediakan stok darah. Jakarta saat ini butuh 1.000 hingga 1.200 kantong darah per hari. Ini jumlah yang tidak sedikit. Makanya Unit Donor Darah (UDD) tingkat kota mesti diperkuat.

Selama ini, kata Rustam, banyak keluhan dari masyarakat, mau donor darah aja kok susah. Mau donor darah aja kok mesti ke Jalan Kramat Raya. Nah, sekarang orang dari Barat yang mau donor darah enggak perlu lagi ke Kramat Raya, karena sudah ada layanan 24 jam di PMI Jakarta Barat. Jadi cukup ke Jalan Perdana, Grogol Petamburan. Begitu pun warga di wilayah Kota lainnya, cukup datang ke PMI Kota.

Ketiga, tugas PMI memberi layanan kesehatan kepada masyarakat. Misalnya penyemprotan desinfektan ke pemukiman-pemukiman guna mencegah penyebaran Covid-19. Keempat, menjadi tugas PMI juga untuk membina para relawan sebagai ujung tombak PMI di lapangan. Saat ini, urai Rustam, PMI Kota Jakarta Timur boleh dibilang terbaik dalam pengelolaan relawan, jumlahnya mendekati 12.000 ribu. “Semoga bisa menjadi contoh bagi PMI Kota yang lain.”

Terakhir, Rustam menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada pengurus baru PMI Jakarta Barat. Dituntut keseriusan dalam bertugas. Tulus bekerja agar dapat bermanfaat bagi masyatakat. “Jika melakukan tugas sebaik-baiknya dengan ikhlas, yakinlah pahalanya berlipat ganda,” tutup pria kelahiran 30 Oktober 1960 ini. (icul)