Cianjur, Jawa Barat. Desa Buniaga, Kecamatan Ciherang, Cianjur letaknya hanya sekitar 2-3 kilometer dari Jalan Raya Puncak-Cianjur. Konturnya mirip lembah, dilatarbelakangi pemandangan Gunung Halang nan indah.
Tapi aksesnya cukup sulit, karena hanya bisa dilalui satu mobil dalam waktu bersamaan. Jadi jika ada 2 mobil berpapasan, urusannya panjang. Salah satu harus mengalah.
Paska gempa Cianjur, tinggal 5 dari 60 rumah (83 Kepala Keluarga) saja yang masih tegak berdiri di desa ini. Sisanya sudah dibuldozer, lantaran rusak atau tidak aman lagi buat ditempati. Di Buniaga inilah, PMI Jakarta Barat menggelar aksi kemanusiaan pada 25-26 Desember 2022.
PMI mendirikan hunian sementara (semi permanen) buat warga termasuk kamar mandi, WC, dan suplai air bersih, membuka layanan kesehatan, hingga mendistribusikan 145 paket snack, 200 hygiene kit, 200 family kit, dan 100 school kit.
Pelayanan kesehatan pada Senin (26/12/2022) dimanfaatkan oleh 204 warga (47 pria dan 157 wanita), 30 di antaranya balita. Keluhan mereka rata-rata hipertensi, ISPA, dyspepsia, myalgia, faringitis, scabies, dan cephalgia.
Tak ketinggalan, layanan Psychosocial Support Programme (PSP) untuk memulihkan trauma paska gempa, diikuti 105 anak (52 laki-laki, 53 perempuan).
Selain diajak mengikuti beragam permainan, salah satu kegiatan yang bikin anak-anak girang adalah berkeliling desa menggunakan motor trail tim PMI. Mereka antusias, karena motor yang dinaiki bukan motor yang biasa mereka lihat.
Namun di balik kegembiraan akan kehadiran PMI, warga desa menyimpan keprihatinan mendalam soal tempat tinggal mereka. Darus, warga Buniaga bercerita, izin lahan rumah sementara hanya untuk 3 bulan, sedangkan rencana rehabilitasi dari Pemkab Cianjur belum ada kepastian.
Lewat PMI Jakarta Barat, warga menitipkan keprihatinan mereka. "Semoga tidak terlalu lama, karena rumah sangat penting bagi kami," cetus Darus. Semoga pula keprihatinan warga Buniaga didengar dan segera mendapat perhatian Pemkab Cianjur. Aamiin YRA. (icul)

.webp)