Beberapa ribu Relawan PMI dari 34 Propinsi di Indonesia serta dari beberapa negara ada pada pembukaan serta pekerjaan Temu Karya Nasional Palang Merah Indonesia (TKRN PMI) 2018 yang diselenggarakan di Lokasi Wisata Danau Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Agenda Lima tahunan PMI yang akan dikerjakan sampai 22 September 2018 yang akan datang, di buka oleh Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita serta Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Penjabat Bupati Purwakarta, Mohammad Taufiq Budi Santoso.

Dalam sambutannya, PMI mewakili beberapa jenis berkaitan kemanusiaan. Pihaknya juga mengapresiasi semua relawan yang sudah mengabdikan diri untuk menolong beberapa orang yang memerlukan tiada kenal pamrih.

Pertolongan yang dikasihkan juga tidak kenal suku, agama, ras sampai pemikiran politik tapi lebih memprioritaskan beberapa prinsip kemanusiaan yang sama.

Lewat Temu Karya Relawan PMI yang dibarengi seputar 5 ribu relawan itu dan refleksi Hari Menjadi ke-73 PMI akan banyak evaluasi yang didapatkan oleh semua relawan yang hadir dari 34 propinsi di Indonesia.

Ditambah lagi pekerjaan ini juga dibarengi oleh instansi palang merah dari beberapa negara teman dekat baik dari Benua Asia, Eropa ataupun Amerika.

Selanjutnya Mensos mengatakan ada tiga pekerjaan utama dalam TKRN 2018 itu seperti Temu. Dimana semua relawan akan lakukan lokakarya kepalangmerahan, pemakaian media sosial dalam pencitraan organisasi, kewirausahaa. Lalu pertemuan relawan nasional sampai relawan lintas negara

Setelah itu, untuk peningkatan kemampuan serta karya beberapa peserta akan bekerja serta berkarya dengan penduduk, penduli lingkungan DAS Citarum, perduli kesehatan serta simulasi tanggap musibah.

Sesaat di pekerjaan pertemanan tiap-tiap relawan akan membuat workshop, permainan berteman, pentas seni budaya, bazaar budaya, piknik pertemanan sampai parade budaya.

“TKRN ini bukan untuk mencari yang terunggul, sebab semua relawan PMI adalah yang terunggul. Tapi karenanya ada pekerjaan ini mesti diambil maknanya serta beberapa evaluasi sebab akan terdapatnya ganti info dari semua relawan,” kata Agus.

Tidak hanya di hadiri deretan petinggi negara yang lain, ada mengikuti Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro serta deretan petinggi PJT II Jatiluhur yang lain.

Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro menyampaikan, dapat disebut persiapan pekerjaan telah 100 %, semua service, beberapa sarana yang ada di Lokasi Danau Jatiluhur dapat dipakai oleh peserta TKRN PMI. Pengaturan dengan pihak keamanan serta steakholder berkaitan telah dikerjakan.

“Kami katakan selamat hadir serta mudah-mudahan pekerjaan ini dapat lebih memperkenalkan lagi Lokasi Wisata Jatiluhur, baik dengan nasional ataupun internasional,” katanya.

Sesaat, Plh Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita menyampaikan TKRN 2018 jadi momen untuk mengevaluasi kembali tempat mengenai fungsi PMI dalam menolong pemerintah yang berdasar pada UU nomer 1 tahun 2018 mengenai Kepalangmerahan.

“Pekerjaan ini adalah pembinaan untuk relawan, pendidikan serta kursus serta penyebarluasan info kepalangmerahan,” tuturnya.

Nantinya PMI karenanya ada TKRN ini dapat menumbuhkembangkan jiwa kemanusiaan serta patriotisme relawan sebab sekarang ini permasalahan kemanusiaan makin kompleks yang meliputi permasalahan kemiskinan, penyakit, kekerasan, migrasi, diskriminasi, pergantian iklim musibah dan sebagainya.